Malam Sunyi Bersama Tante Caca
Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Orang tuaku sudah pergi sejak pagi untuk menghadiri acara keluarga di luar kota, dan mereka baru akan kembali keesokan harinya. Aku memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah, membaca buku dan menonton acara favoritku. Namun, kehadiran Tante Caca membuat malam itu menjadi lebih menarik.
Tante Caca, adik ibu yang baru saja pindah ke kota kami, memutuskan tinggal sementara di rumah sampai ia menemukan tempat sendiri. Meski sudah berusia di atas 30, ia tampak jauh lebih muda dari usianya. Sosoknya selalu memancarkan keanggunan yang sulit dijelaskan. Senyum lembutnya, suara hangatnya, dan cara ia membawa dirinya membuat siapa pun merasa nyaman sekaligus terpesona.
Aku duduk di kamar, mencoba fokus pada layar laptopku, tapi pikiranku terus melayang ke suara-suara dari ruang tamu. Suara tawa kecil Tante sexy Caca saat menonton acara favoritnya, suara sendok beradu dengan gelas teh—semuanya terasa mengganggu pikiranku dengan cara yang aneh.
“Kamu di kamar terus, gak bosan?” suara Tante Caca memecah lamunanku.
Aku menoleh ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka. Ia berdiri di sana, mengenakan kaus longgar dengan celana pendek santai, tampak nyaman namun tetap memikat.
“Biasa aja, Tante. Lagi nonton film,” jawabku sambil mencoba terlihat santai.
“Daripada sendirian di kamar, temani Tante di ruang tamu. Kita ngobrol, deh,” katanya sambil tersenyum.
Aku mengangguk dan mengikutinya ke ruang tamu. Ia sudah duduk di sofa dengan secangkir teh di tangannya. Aku duduk di sofa seberang, mencoba menjaga jarak, meski sulit untuk tidak memperhatikan setiap gerak-geriknya.
Percakapan yang Mengalir
“Kamu kuliah semester berapa sekarang?” tanyanya, membuka pembicaraan.
“Semester lima, Tante. Lagi sibuk-sibuknya ngerjain tugas.”
“Oh, Tante inget dulu waktu kuliah juga sibuk banget. Tapi tetap harus jaga waktu buat santai, ya,” katanya sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa.
Percakapan kami mengalir begitu saja. Ia menceritakan masa kuliahnya, perjuangannya saat bekerja di kota besar, hingga alasan mengapa ia memutuskan pindah ke kota kecil ini. Cara ia bercerita membuatku terpaku. Suaranya lembut, penuh emosi, dan sesekali ia tertawa kecil yang membuat suasana menjadi lebih hangat.
Aku tak bisa mengabaikan bagaimana suasana berubah semakin nyaman. Rasanya seperti waktu berhenti, hanya ada aku dan dia. Namun, di balik kehangatan itu, ada sesuatu yang sulit kujelaskan. Perasaan aneh yang bercampur antara kekaguman dan sesuatu yang lebih dalam.
Malam yang Membawa Ketegangan
Ketika jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam, ia bangkit dari sofa. “Tante mau bikin teh lagi, mau ikut?” tanyanya sambil melangkah menuju dapur.
Aku mengikuti tanpa berpikir panjang. Di dapur, ia mulai menuangkan air panas ke dalam cangkir sambil bercerita tentang pekerjaan barunya.
“Tante senang bisa dekat sama keluarga lagi. Rasanya seperti pulang ke rumah setelah sekian lama,” katanya sambil tersenyum.
“Tante cocok di sini. Kota ini jauh lebih tenang daripada Jakarta,” jawabku.
Ia menoleh ke arahku, mata kami bertemu sejenak. Ada sesuatu dalam tatapannya yang membuatku merasa canggung sekaligus hangat. “Kamu baik banget, ya. Tante senang bisa tinggal di sini, meski cuma sementara.”
Aku hanya tersenyum kecil, mencoba mengalihkan perhatian dengan mengambil biskuit dari meja. Tapi suasana itu, keheningan yang tiba-tiba mengisi ruangan, terasa begitu berat sekaligus menggoda.
Setelah kembali ke ruang tamu, kami duduk lebih dekat, melanjutkan percakapan. Aku merasa malam itu berbeda. Ada sesuatu yang tak terucap, sesuatu yang menggantung di antara kami.
Rahasia yang Tertinggal
Ketika akhirnya waktu menunjukkan tengah malam, Tante Caca bangkit dari sofa. “Kamu istirahat, ya. Tante juga mau ke kamar. Besok kita sarapan bareng,” katanya sambil merapikan gelas di meja.
Aku hanya mengangguk, menatapnya saat ia berjalan ke arah kamarnya. Namun, ketika pintu kamarnya tertutup, aku merasa ada yang hilang. Sesuatu yang sulit dijelaskan, tapi terasa begitu nyata.
Malam itu, aku berbaring di tempat tidur, memikirkan segala hal yang terjadi. Tante Caca bukan sekadar wanita biasa bagiku. Ia adalah sosok yang memadukan kehangatan keluarga dengan pesona yang begitu memikat. Namun, aku tahu batas itu harus ada. Semua perasaan ini hanya akan menjadi rahasia kecil yang kusimpan dalam hati, sesuatu yang hanya aku yang tahu.
Mantap sangat rekomendasi
hot banget tante cacaku becek dah jadi nya
mantap ceritanya, bikin berdiri
sungguh keren cerita nya, menakjubkan
sungguh keren cerita nya, menakjubkan
sunggu keren dan menakjub kan cerita nya
sangat baguss dan unik dalam cerita nya, mengganas kan sekali takjubb bangetttsssss
besar bangett tokek nya mantapp bangett di lihat
besar bangett dan membuat takjub dan selera
woww besar enak di pegang banget itu nyaa….
ini sangat ganas tanteee nya
mari peluk sini tante biar ku berikan kehangatan yang spesial
baju merahh memanas kalii cukup hottt pakaiii cabeee
balonn nya besar tantee