Cerita Dewasa ini mengisahkan pertemuan dua kekasih lama, daniel dan rina, yang sudah lama tak bertemu. Malam itu, suasana sepi dan angin dingin memberikan latar belakang yang sempurna bagi mereka untuk kembali mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam.
rina, seorang wanita yang kini berusia 30 tahun Menurut banyak teman, aku adalah seorang perempuan yang cukup cantik dengan kulit putih bersih. Walaupun demikian, postur tubuhku sebenarnya terhitung ramping dan kecil. Tinggi badanku hanya 154 cm. Tetapi meskipun bertubuh ramping, pantatku cukup bulat dan berisi. Sedangkan buah dadaku yang hanya berukuran 34 juga nampak padat dan serasi dengan bentuk tubuhku. , menjalani hari-harinya dengan penuh tantangan. Kariernya yang sukses sebagai seorang desainer grafis membawanya ke dalam rutinitas yang padat, namun di balik kesibukannya, ada perasaan kosong yang sulit dijelaskan. rina merasa ada bagian dalam dirinya yang hilang, sesuatu yang tidak bisa ia temukan dalam pencapaian profesionalnya.
rina pernah mengenal seseorang yang sangat penting dalam hidupnya—Daniel. Mereka bertemu di masa muda, ketika keduanya sedang mencari arah dalam hidup. Pada waktu itu, hubungan mereka sederhana namun penuh dengan perasaan yang jujur. Mereka tidak terburu-buru, tetapi merasa nyaman dalam kebersamaan yang mereka ciptakan.
Namun, seperti halnya banyak kisah lainnya, kehidupan membawa mereka ke arah yang berbeda. Daniel memutuskan untuk melanjutkan studi di luar negeri, sementara rina tetap bertahan di kota yang sama, mengejar impian dan kariernya. Seiring berjalannya waktu, keduanya terpisah oleh jarak dan waktu, dan hubungan mereka pun perlahan-lahan memudar. Meskipun begitu, rina selalu merasa ada bagian dari dirinya yang tetap terhubung dengan Daniel, meskipun itu hanya kenangan yang tersimpan dalam hati.
Hari itu, rina menerima pesan yang tak terduga. Itu dari Daniel. “rina, aku kembali ke kota. Maukah kita bertemu?”
rina merasa terkejut, namun juga ada rasa penasaran yang membangkitkan kembali perasaan lama. Dengan sedikit keraguan, ia pun menyetujui untuk bertemu. Mereka sepakat bertemu di sebuah kafe yang dulu menjadi tempat favorit mereka untuk menghabiskan waktu bersama.
Ketika rina memasuki kafe itu, ia melihat sosok Daniel yang duduk di sudut ruangan. Wajahnya sedikit lebih dewasa, namun tatapan matanya masih sama—hangat dan penuh makna. Ia berdiri menyambut rina dengan senyuman yang familiar. Ada keheningan sejenak sebelum mereka berbicara, seperti ada perasaan yang belum selesai antara mereka.
“Wah, sudah lama sekali, rina. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, ya?” ujar Daniel sambil tersenyum lembut.
Baca Juga Kumpulan petualangan-seksual-tante : Main ke Rumah Tante Renata yang Telah Menjanda Selama 3 Tahun
rina hanya mengangguk, sedikit tersenyum, namun ada perasaan yang membuncah dalam dadanya. “Iya, sudah lama sekali. Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi seperti ini.”
Mereka mulai berbincang tentang kehidupan masing-masing, namun percakapan itu tak bisa menghindari kenangan lama yang kembali muncul. Mereka bercerita tentang masa-masa yang pernah mereka lewati bersama—tentang impian, harapan, dan perasaan yang dulu sempat terpendam.
Namun, semakin lama, rina mulai merasakan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pertemuan biasa. Ada rasa keakraban yang terjalin kembali, namun kali ini terasa berbeda. Mereka tidak lagi seperti dua orang muda yang penuh dengan harapan dan idealisme, tetapi sudah berubah menjadi dua individu dewasa dengan pengalaman dan luka masing-masing. rina melihat Daniel tidak hanya sebagai pria yang dulu ia cintai, tetapi sebagai seseorang yang juga telah tumbuh dan berkembang.
Daniel berbicara dengan nada yang lebih serius. “rina, aku tahu sudah lama kita tidak berhubungan. Tapi, setelah semua yang aku jalani, aku menyadari sesuatu—bahwa cinta itu tidak pernah benar-benar hilang, meskipun kita terpisah oleh waktu.”
rina terdiam, perasaannya campur aduk. Apa yang Daniel katakan membuat hatinya berdebar. Ia merasa ada ketegangan di antara mereka, seolah-olah cinta yang dulu sempat terabaikan itu kini muncul kembali. Perasaan itu yang selalu tersembunyi di dalam dirinya—perasaan yang tidak pernah benar-benar padam.
“Daniel, aku juga merasakannya. Setelah semua yang terjadi, aku tidak bisa menyangkal bahwa ada sesuatu yang masih tersisa,” jawab rina dengan suara lembut, namun penuh makna.
Mereka saling menatap, dan dalam tatapan itu, rina bisa merasakan kehangatan yang kembali terbangun antara mereka. Ada banyak hal yang telah terjadi dalam hidup mereka, tetapi cinta yang tersembunyi di dalam hati mereka tidak pernah benar-benar hilang. Cinta itu tidak selalu mudah, dan kadang terasa jauh, namun tetap ada, seperti api yang menyala di dalam gelap.
Namun, mereka sadar bahwa hidup tidak bisa dipandang hanya dari kenangan masa lalu. Ada banyak hal yang harus mereka pertimbangkan untuk masa depan mereka. Daniel mengerti bahwa mereka harus menghadapi kenyataan, bahwa hubungan mereka tidak akan sama seperti dulu. Tetapi, ia juga tahu bahwa mereka memiliki kesempatan untuk memulai kembali—untuk membangun sesuatu yang lebih kuat dan lebih matang.
“rina, aku tahu kita sudah berbeda sekarang, tapi aku ingin mencoba lagi. Aku ingin kita bisa menemukan jalan kita bersama, meskipun itu tidak mudah,” kata Daniel, suaranya penuh harapan.
rina memandangnya, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia merasa yakin tentang sesuatu. “Aku juga ingin mencoba, Daniel. Mungkin ini saatnya untuk kita menemukan cinta yang baru, yang lebih dewasa, yang lebih nyata.”
Mereka berdua duduk dalam keheningan, menikmati momen itu bersama. Cinta mereka yang tersembunyi kini tidak lagi terhalang oleh waktu atau jarak. Mereka sadar bahwa kehidupan penuh dengan kejutan, dan kadang, cinta yang paling tulus adalah yang muncul kembali setelah waktu yang lama.
tiba tiba daniel megajak ku main ke sebuah losmen milik nya
Aku dan Daniel tetap diam selama beberapa saat. Daniel menarik tanganku tiba-tiba, dan aku terduduk di pangkuannya saat dia duduk di tepi tempat tidur. Dia langsung mencium bibirku tanpa menjawab. Ketika kumis dan bibir Daniel menempel pada bibirku selama beberapa saat, aku tidak sempat menghindar. Ketika lidah Daniel memasuki celah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku, dadaku berdegup kencang. Setelah serangan tiba-tiba itu, tengkukku merinding dan darahku mengalir. Namun, kesadaranku tiba-tiba muncul. Saya mendorong Daniel untuk melepaskan pelukannya dari saya. “Mass, jangan Mas, ini tidak pantas kita lakukan..” Saya berkata dengan suara terbata-bata. Meskipun Daniel mencium bibirku, tangannya yang kuat dan kekar melawannya.
Daniel kemudian mencium lagi. Ia menyentuh telingaku dan leherku sebelum menciumi seluruh wajahku. Meskipun saya diam dan pasif, nafsu birahi saya semakin menguasai saya secara bertahap. Harus kuakui bahwa Daniel sangat pandai membuatku marah. Lidahnya menyentuh leherku berkali-kali, membuatku terbakar kenikmatan. Aku belum pernah merasakan dorongan sekuat ini bahkan saat bersama suamiku. Daniel tampaknya mulai terangsang juga. Saya mulai merasakan napasnya terengah-engah. sementara aku sendiri semakin tidak mampu menahan tangisan saya. Akibatnya, aku mulai mendesis-desis untuk menahan kesenangan yang mulai menguasaiku. Setelah itu, tangan Daniel yang kekar itu tiba-tiba membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dada putih bersihku terbuka untuk Daniel. Dalam hal
lantu part 2