Liburan sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga. Namun, kadang-kadang, liburan bisa menjadi lebih dari sekadar pelarian dari rutinitas. Dalam cerita ini, aku akan membagikan pengalaman liburanku bersama Tante Siska ke villa di Puncak—sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang kedekatan emosional yang terbentuk antara kami. Momen ini menjadi sangat spesial, karena di balik setiap percakapan dan kebersamaan, ada banyak hal yang tak terucapkan, namun terasa begitu mendalam

Perjalanan Menuju Puncak

Pagi itu, aku dan Tante Siska berangkat menuju Puncak. Perjalanan kali ini terasa berbeda. Kami berdua berangkat dengan semangat, tanpa banyak rencana detail. Mungkin inilah yang membuat perjalanan ini terasa lebih menyenangkan. Kami hanya ingin menikmati kebersamaan tanpa beban.

Tante Siska cerita dewasa, yang baru saja pindah ke kota kami, mengajak aku untuk liburan bersama. Ini adalah kesempatan yang langka, karena kami jarang menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan pekerjaan atau kegiatan lainnya.

“Puncak selalu jadi tempat favorit Tante untuk mencari ketenangan,” kata Tante Siska sambil memandangi jalanan yang sibuk di Jakarta. “Di sana, rasanya bisa melepaskan segala kepenatan.”

Kami bercakap-cakap tentang banyak hal selama perjalanan. Aku merasa sangat nyaman, seolah-olah kami bisa berbicara tanpa batasan. Ada hal-hal yang baru aku ketahui tentang Tante Siska—tentang bagaimana ia merasa kesepian ketika jauh dari keluarga, dan bagaimana ia berjuang untuk menemukan tempat yang tepat untuk dirinya.

Keindahan Villa dan Keheningan Malam

Sesampainya di villa yang terletak di lereng bukit Puncak, kami disambut oleh udara segar dan pemandangan alam yang begitu memukau. Tidak ada suara bising kota, hanya deru angin dan kicauan burung yang terdengar di kejauhan. Suasana ini langsung membuatku merasa tenang.

Villa itu memiliki desain yang sangat sederhana namun elegan. Kami segera berkeliling untuk menikmati keindahan sekitar dan mengatur barang-barang di kamar. Setelah itu, kami duduk di balkon villa, menikmati pemandangan malam yang indah.

“Ada kalanya aku merasa sangat kesepian, meskipun banyak orang di sekitar,” kata Tante Siska tiba-tiba, memecah keheningan. “Apalagi setelah tinggal lama di luar negeri. Aku merasa kehilangan hubungan yang kuat dengan keluarga.”

Momen Emosional yang Tak Terlupakan

Kami duduk lebih dekat, menikmati teh sambil mengobrol tentang masa lalu. Aku bisa merasakan perubahan dalam suasana hati Tante Siska. Suaranya yang hangat dan ceria kini lebih lembut, penuh perasaan.

Tante Siska menatapku, matanya sedikit berkaca-kaca. “Aku senang bisa kembali dekat dengan keluarga lagi,” katanya pelan, suaranya hampir terdengar rapuh. “Dulu, aku merasa jauh, seperti tidak memiliki tempat untuk pulang. Tapi sekarang, bisa berbicara dengan kamu seperti ini, rasanya sangat berharga.”

Tante Siska tersenyum dan mengusap rambutku dengan lembut. “Kamu sudah seperti adikku sendiri. Aku ingin kamu tahu, tidak ada yang lebih berharga daripada hubungan keluarga. Kadang, kita terlalu sibuk dengan hidup masing-masing, tapi waktu seperti ini, yang kita habiskan bersama, adalah hal yang tidak ternilai.”

Aku merasa ada sesuatu yang berubah dalam diriku setelah percakapan itu. Momen itu begitu emosional dan penuh makna, memberi pengertian baru tentang pentingnya kehadiran dan dukungan dalam sebuah keluarga. Liburan ini bukan sekadar tentang menikmati keindahan alam, tapi tentang mempererat ikatan yang kadang terabaikan.

Pagi yang Damai dan Berarti

Keesokan paginya, kami sarapan bersama di balkon villa, menikmati udara pagi yang sejuk. Pemandangan gunung yang masih diselimuti kabut pagi menambah kedamaian yang kurasakan. Tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan. Kami duduk diam, menikmati kebersamaan tanpa perlu terburu-buru.

“Aku merasa lebih tenang sekarang,” kata Tante Siska, melirikku dengan senyum penuh pengertian. “Liburan ini benar-benar membuatku bisa merefleksikan banyak hal.”

Aku mengangguk, merasa hal yang sama. Momen kebersamaan ini mengajarkan aku untuk lebih menghargai waktu yang kita punya dengan orang-orang terdekat kita. Karena, hidup itu berjalan begitu cepat, dan terkadang kita baru menyadari betapa berharganya sebuah hubungan ketika kita benar-benar meluangkan waktu untuknyaLiburan ini memang singkat, namun pengalaman yang kurasakan selama bersama Tante Siska di Puncak akan selalu kuingat. Terkadang, kita tidak perlu banyak kata untuk merasakan kehangatan dan kedekatan yang sejati. Sebuah liburan bisa menjadi lebih berarti ketika kita membuka hati dan berbagi momen-momen yang tidak terduga. Semoga perjalanan ini menjadi kenangan yang akan terus menguatkan hubungan kami, meskipun jarak dan waktu kadang memisahkan.
baca selekap nya

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *